MAU SUKSES!! BUKAN BASA-BASI & DAHSYAT.. .....

Rabu, 28 Maret 2012

Ini 12 Wirausahawan Terbesar Sepanjang Masa

Menjadi seorang wirausaha adalah hal yang mungkin bisa terlihat sulit atau mudah. Menjadi seorang wirausaha bisa jadi panggilan hati. Berwirausaha pun butuh keberanian untuk mengambil risiko.
Hal-hal itu bisa jadi yang dipunyai oleh seorang Jeff Bezos. Awalnya, yakni pada tahun 1992, Jeff telah menjadi seorang wakil presiden senior di perusahaan reksa dana DE Shaw yang berbasis di New York. Lantas ia pun berangan-angan untuk membentuk sebuah perusahaan yang menjual buku melalui internet.
Jeff mengutarakan hal ini kepada bosnya. Apa tanggapan bosnya? "Itu terdengar sebagai ide yang bagus, tapi itu merupakan ide yang lebih bagus bagi seseorang yang belum mendapatkan sebuah pekerjaan yang bagus." Apa yang dikatakan bosnya tak lantas membuat Jeff mengurungkan keinginannya. Inilah ciri lain dari seorang wirausahawan sejati, yakni tidak hanya berani berangan-angan, tetapi juga berani mewujudkan.
Setelah 48 jam berpikir, Jeff keluar dari pekerjaannya yang nyaman itu dan memulai bisnis Amazon.com. Kini ia telah memiliki 56.200 pekerja. Nilai usahanya pun sekitar 80 miliar dollar AS. Apa yang dilakukan Jeff tersebut banyak dinilai oleh para editor hingga penulis senior dalam sejumlah media bisnis adalah suatu hal yang unik. Jeff telah membuat catatan tersendiri dalam perekonomian AS bahkan dunia. Bahkan ia pun dimasukkan sebagai 12 wirausahawan terbesar pilihan majalah Fortune.
Lantas siapa lainnya yang berhak disandingkan bersama Jeff dalam daftar tersebut? Ada Steve Jobs yang membuat Apple menjadi perusahaan yang paling panas dan bernilai di bumi ini.
Mark Zuckerberg yang akan membuat Facebook go public. Bahkan, disebut-sebut penawaran perdana saham media sosial ini akan menjadi yang terbesar sepanjang masa dengan nilai lebih dari 80 miliar dollar AS.
Bill Gates dengan Microsoftnya telah membantu revolusi dalam personal computer (PC). Larry Page and Sergey Brin, mereka adalah pendiri Google yang kini mempunyai nilai pasar sekitar 203,2 miliar dollar AS.
Fred Smith, pemilik perusahaan jasa logistik FedEx. Pengalaman wirausahanya justru didapatkan Fred ketika melayani negara dalam Perang Vietnam.
Herb Kelleher, pemilik perusahaan Southwest Airlines. Ia mempunyai pandangan bahwa "Pelanggan adalah orang yang pertama datang. Dan jika kamu memperlakukan karyawan kamu dengan baik, coba tebak? Pelanggan kamu datang kembali dan itu membuat para pemegang sahammu pun senang. Mulai dengan pegawai dan sisanya akan mengikuti."
Howard Schultz, si empunya kedai kopi Starbucks. Ia berhasil menghidupkan kembali merek Starbucks dengan menantang cara lama dalam melakukan sesuatu.
Sam Walton kini sukses mengelola toko Wal-Mart. Nasihatnya adalah berikan orang apa yang mereka mau. Dengan nasihatnya itu, Wal-Mart pun sukses dengan penjualan mencapai 446,9 miliar dollar AS.
Kemudian John Mackey, pemilik Whole Foods. Ia pun kini telah menjalankan Whole Foods Market dengan lebih dari 300 supermarket dan memperkerjakan lebih dari 56.000 orang.
NR Narayana Murthy, pendiri Infosys sebagai salah satu perusahaan terbesar di India yang membantu mentransformasi ekonomi negara Asia Selatan ini dan memasukkannya sebagai ekonomi yang patut diperhitungkan di dunia.
Oprah Winfrey yang dikenal dengan program televisi yang menginspirasi banyak orang. Ia pun disebut mempunyai perusahaan media yang tangguh.
Anita Roddick, pendiri Body Shop. Anita berhasil menjajakan produk perawatan tubuhnya yang bersahabat dengan alam.
Muhammad Yunus, si pendiri Grameen Bank. Banknya tersebut telah membantu banyak orang miskin dengan memberikan kredit mikro di Bangladesh. Kini model Grameen telah berkembang di lebih dari 100 negara dan membantu jutaan orang.
Dua belas orang tersebut adalah pilihan secara subyektif dengan penilaian bahwa mereka dan usahanya telah berdampak signifikan secara sosial dan ekonomi. Mereka telah menjadi inspirasi bagi para pekerjanya dan wirausahawan lainnya. Ada inovasi yang mereka ciptakan. Mereka telah memiliki organisasi yang berkelanjutan dan jika digabungkan memiliki nilai pasar lebih dari 1,7 triliun dollar AS. Mereka pun mempekerjakan lebih dari 3 juta orang, mulai dari yang tertinggi yakni 2,1 juta pekerja di Wal-Mart dan lebih dari 3.000 orang di Facebook.

Cara Ini Gairahkan Wirausaha

Cara Ini Gairahkan Wirausaha

Pemerintah perlu proaktif menciptakan strategi untuk menumbuhkembangkan wirausaha.

Minggu, 24 Juli 2011, 00:15 WIB
Hadi Suprapto

CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti (kanan) dan Rektor IPB Herry Suhardiyanto (Antara/ Jafkhairi)
BERITA TERKAIT
    VIVAnews – Perizinan selama ini selalau menjadi faktor penghambat perkembangan dunia usaha dalam percepatan pertumbuhan ekonomi. Maka dari itu, untuk menggairahkan jiwa wirausaha atau entrepreneurship di kalangan anak-anak muda, mau tak mau harus membuka proses perizinan yang mudah. Pemerintah diharapkan proaktif menciptakan strategi dan kebijakan untuk menumbuhkembangkan jiwa wirausaha di Indonesia. Hal itu bisa dilakukan dengan cara member perizinan yang mudah dan memberi insentif perbankan berupa pemberian bunga rendah.

    “Jika pemerintah serius ingin menggarap sektor wirausaha, maka harus diupayakan untuk memperkecil biaya yang timbul di masyarakat dalam hal pengurusan izin,” kata pengusaha nasional, Susi Pudjiastuti di sela Regional Entreprenurship Summit di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Sabtu 23 Juli 2011.

    "Pemerintah harus proaktif. Jika perlu, bebaskan para pemula usaha dari segala biaya perizinan,”," tekan Susi. Ia berharap Perbankan dapat memberi dorongan dan insentif kepada masyarakat yang hendak memulai usaha dengan bunga yang rendah. "Akses ke perbankan juga harus dipermudah," kata pengusaha ikan asal Pangandaran dan pemilik maskapai Susi Air ini.

    Selaian dukungan dari pemerintah, menurut Susi untuk bisa menggerakkan jiawa kewirausahaan di Indonesia maka bisa dilakukan dengan memulai meninjau kurikulum yang ada di sekolah sampai perguruan tinggi. "Kurikulum harus diubah. Bagaimana bisa membuat mahasiswa untuk berani menyampaikan ide dan pendapatnya tanpa rasa takut," kata wanita jebolan ITB ini.

    Dia mengakui, salah satu kendala yang membuat masyarakat sulit berkembang adalah kultur yang ada. Di masyarakat, katanya, timbul rasa kurang terbiasa menerima perbedaan ide dan pendapat. “Jika ada pemikiran atau ide yang tidak sesuai maka dianggap aneh, sehingga kurang bisa diterima,” terangnya. 

    Sementara, dalam kegiatan temu para pengusaha nasional yang digagas Global Enterpreneurship Program Indonesia (GEPI) dan Bank Mandiri itu, di antaranya menghadirkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton sebagai pembicara tamu. Tampak di antara para pengusaha seperti pengembang papan atas Ir Ciputra. (Laporan Bobby Andalan, Bali)

    Alasan Pengusaha Pilih Jadi Pedagang

    Alasan Pengusaha Pilih Jadi Pedagang
    Pengusaha saat ini kebanyakan tak mau menjadi produsen barang dan jasa.
    Kamis, 6 Oktober 2011, 12:40 WIB
    Hadi Suprapto, Harwanto Bimo Pratomo

    Terminal peti kemas (VIVAnews/Tri Saputro)
    BERITA TERKAIT
    VIVAnews - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menegaskan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kalangan pengusaha membuat mereka malas menjadi produsen. Hal ini membuat daya saing produk Indonesia menurun di tengah membanjirnya produk impor dari luar negeri.

    Ketua Umum HIPMI, Erwin Aksa, mengatakan, pemerintah tidak memberi perhatian seperti insentif kepada kalangan pengusaha. Saat ini, para pengusaha lebih memilih menjadi pedagang daripada produsen, karenanya produk-produk impor semakin menggelembung di Tanah Air.

    "Sehingga, barang-barang konsumsi menjadi semakin besar yang kami impor, dan jadinya tidak memikirkan lagi membangun manufaktur yang bisa mengganti posisi impor tersebut," ujar dia saat ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 6 Oktober 2011.

    Jika para pengusaha tetap dengan pola pikir seperti itu, dia melanjutkan, ketergantungan negara terhadap barang impor akan terus berlanjut. "Ini kan sudah terjadi di Amerika. Mereka sudah tidak bisa menghilangkan ketergantungan impornya apalagi dari China," terangnya.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) melansir data nilai pemasukan barang-barang dari luar negeri ke Indonesia tercatat sebesar US$15,05 miliar pada Agustus 2011. Selama Januari-Agustus 2011, nilai impor Indonesia mencapai US$114,84 miliar atau naik 30,90 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

    Porsi terbesar impor Indonesia berasal dari mesin dan peralatan mekanik sebesar US$15,37 miliar serta mesin dan peralatan listrik sebesar US$11,85 miliar.

    Meski imporya tinggi, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus US$20,01 miliar. Sementara itu, untuk Agustus, surplus perdagangan Indonesia mencapai US$2,76 miliar. (art)

    LELE LELA

    Lele Lela, Berawal dari Sebuah Catatan Impian
    Rangga menuliskan impiannya untuk memiliki rumah makan pada sebuah catatan miliknya.
    Selasa, 20 Maret 2012, 10:37 WIB
    Wahyu Prasetyo

    Rangga Umara, pendiri rumah makan Pecel Lele Lela (Woro Wahyu)
    VIVAnews - Menulis merupakan sebuah keharusan yang dimiliki oleh setiap orang. Selain membaca, kita juga belajar menulis sejak Sekolah Dasar, dan hal ini tentunya sangat berguna hingga kita dewasa, setidaknya itulah yang saya alami. Hasil tulisan kita pun dapat menjadi sesuatu yang sangat berguna pula untuk masyarakat.
    Seperti apa yang telah dilakukan oleh Rangga Umara, seorang wirausaha muda yang sukses dalam berkarier. Rangga merupakan seorang pemilik sekaligus pendiri rumah makan Pecel Lele Lela.
    Ditemui dalam acara seminar yang diselenggarakan oleh Bolpen Standard, Vivanews.com, Harian Republika, Jobstreet.com, dan Jak-TV, pada hari Sabtu, 17 Maret 2012, di Gedung Menpora, Senayan, Rangga menceritakan kisah suksesnya dalam membangun karier sebagai pengusaha.
    Bagaimana manfaat sebuah tulisan dalam kesuksesannya saat ini. Manis getirnya menjadi seorang pengusaha sudah pernah Rangga rasakan, dan semuanya Rangga tuangkan dalam sebuah tulisannya yang dibukukan dan diberi judul "The Magic Of The Dream Book".
    Bagaimana caranya dari menulis bisa menjadikan seseorang sukses? Tentu saja Rangga tidak membuat rumah makan dengan tulisannya. sebelum menjadi sukses seperti sekarang ini, pria yang sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan swasta ini, pernah memiliki sebuah buku catatan yang berisikan semua impian-impiannya.
    Salah satunya, Rangga menuliskan impiannya untuk memiliki rumah makan pada sebuah catatan miliknya. Hingga dia merasa bahwa impian yang dituliskan hanyalah angan-angan belaka dan dia sempat melupakan sejenak mengenai catatannya tersebut.
    Pada tahun 2006, Rangga dipecat dari pekerjaannya karena perusahaannya mengalami krisis keuangan. Ia lalu memutuskan untuk menjadi seorang pengusaha.
    Karena berpikiranbahwa ia tidak ingin kena pecat lagi maka usaha pecel lele yang menjadi pilihannya ketika itu. Belajar dari pengalaman, pria berpenampilan resik tersebut menemukan solusi dari setiap permasalahan yang dialaminya dalam membangun usaha.
    Awal karier memang tak semulus rencananya, tetapi Rangga tetap berjuang. Usaha yang awalnya hanya menyewa ruko berukuran 2x2 meter tersebut telah berkembang menjadi sebuah rumah makan modern yeng menyajikan makanan khas lele dengan total 63 cabang di Indonesia.
    Pecel Lele Lela merupakan sebuah rumah makan yang menyajikan hidangan lele. Ikan tersebut diolah menjadi berbagai macam menu dengan sangat kreatif. Beberapa menu lele yang ditawarkan antara lain, Lele Fillet Goreng Tepung, Lele Original, serta Lele Saus Padang.
    Harga yang dipatok untuk setiap menu tentulah sangat pas dengan isi kantong semua kalangan. Awalnya, usaha ini hanya berpenghasilan Rp3 juta perbulan, kini omset usaha tersebut mencapai Rp7,8 miliar perbulan.
    Dikelola dengan profesional, Pecel Lele Lela kini telah menjadi salah satu rumah makan yang terbilang sukses. Demi memanjakan pelanggannya, Pecel Lele Lela memberikan promosi, seperti makan gratis kepada orang yang berulang tahun, atau makan gratis selama seumur hidup kepada orang yang bernama Lela
    Kemudian, di saat Rangga mereguk manisnya sukses kala itu, dia kembali melihat catatan impian lamanya dan melihat bahwa salah satu impiannya telah menjadi kenyataan. Secara tidak sadar, apa yang Rangga impikan dan dituliskan ke dalam catatan tersebut telah menjadi kenyataan.
    Semua pengalamannya tersebut serta keajaiban sebuah buku impian yang pernah dialaminya telah dituliskan ke dalam sebuah buku, agar semua orang dapat mendapatkan sebuah inspirasi dari seorang tukang pecel lele.
    Kini, Rangga kembali melanjutkan impian-impian besarnya dengan membawa nama Pecel Lele Lela mengepakan sayapnya hingga ke seluruh dunia.
    Rangga berharap Lela yang merupakan sebuah singkatan dari "Lebih Laku" tersebut, menjadi sebesar McDonald ataupun KFC yang menjalar hingga seluruh dunia.
    Tentunya dengan usaha yang keras, seperti kata Rangga, "Tidak ada cita-cita yang terlalu tinggi, yang ada hanyalah usaha yang tidak setinggi cita-citanya". (hp).

    Senin, 13 Februari 2012

    KUPAS HABIS SALAH SATU PABRIK SEPEDA NASIONAL

    Pabrik Sepeda

    Sepeda Indonesia "Gowes" International

    Jumat, 24 September 2010 | 19:29 WIB

    http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/24/1855315620X310.jpg

    KOMPAS ENTERTAINMENT/EKO HENDRAWAN

    Seorang pekerja tengah melakukan proses pengelasan frame sepeda di pabrik PT Insera Sena, produsen sepeda Polygon, di Ds. Wadungasih, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (24/9/2010). Dalam setahun pabrik ini menghasilkan 600 ribu unit sepeda untuk diekspor kesejumlah negara.

    SIDOARJO, KOMPAS.com -- Mereka yang gemar bersepeda pasti akrab dengan merek-merek seperti Scott, Raleigh, Araya, atau Berg. Tapi tahukan Anda bahwa beberapa jenis sepeda yang menyandang merk tersebut ternyata dibuat di Sidoarjo?

    Adalah PT Insera Sena, perusahan sepeda lokal merek Polygon yang bermarkas di Desa Wadungasih, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang mendapat pesanan untuk membuat frame-frame manca negara ini. Perusahaan yang juga hadir dengan berbagai seri sepedanya ini merasakan manisnya bisnis "gowes" yang memang marak di mana-mana.

    Tidak hanya frame ekspor, produksi Insera Sena juga meningkat seiring ramainya isu pemanasan global (global warming) dan maraknya tren bersepeda di Tanah Air. Tiap tahun permintaan sepeda mengalami peningkatan. Hal ini didorong oleh semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat membangun komunitas-komunitas untuk ikut menyelamatkan bumi dari kerusakan yang kian masif.

    "Kecenderungan itu memang sangat dirasakan. Setiap tahun selalu ada peningkatan produksi," kata General Manager Produksi PT Insera Sena Hary Rusli,
    di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (24/9/2010).

    Memasuki tahun 2010 ini, katanya, jumlah produksi sepeda mencapai angka 600 ribu unit per tahun. Ia memastikan jumlah produksi itu akan bertambah tiga kali lipat pada tahun 2011 mendatang seiring dibangunnya pabrik baru, yang berlokasi masih di kawasan tersebut.

    "Dari total produksi tersebut, 60 persen ditujukan untuk ekspor, beberapa di antaranya untuk memenuhi pesanan perakitan sepeda merek terkenal di luar negeri seperti Scott dari Belgia, Raleigh (Inggris), Berg (Portugal), Mustang (Denmark) dan Araya (Jepang)," katanya. Sebanyak 40 persen produksi diperuntukkan untuk permintaan di dalam negeri.

    Dijabarkan Hary, untuk pangsa pasar sepeda merek Polygon sendiri, pemenuhan kebutuhan lokal masih cukup tinggi ketimbang luar negeri. "Sekitar 80-85 persen untuk pasar lokal, sisanya diekspor ke sejumlah negara di kawasan regional, seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Malaysia dan Korea," katanya.

    Seiring dengan terus tumbuhnya industri sepeda, lanjut Hary, PT Insera Sena akan terus melakukan penetrasi yang lebih luas, tak hanya lokal tapi juga mancanegara. "Targetnya besar bagaimana bisa menembus pasar Eropa. Namun, itu masih banyak hal yang harus disiapkan. Dalam waktu dekat kita akan mengarahkan pasar kita ke Filipina dan Australia. Itu targetnya tahun 2011 nanti," ujar Hary.

    BISNIS PRODUK HERBAL UNTUNGNYA TEBAL

    BISNIS PRODUK HERBAL UNTUNGNYA TEBAL

    Posted by mukhlisukses pada 17 Juli, 2008

    Awal bulan Juli ini saya memesan produk herbal ke Griya herba,tetapi ternyata antrian pesanan lumayan panjang jadi harus bersabar sekitar 10 hari untuk mendapatkan produk yang kami pesan.Ownernya bilang sedang banyak pesanan dalam jumlah besar sehingga bagian produksi rada kuwalahan.

    Ada juga seorang sahabat dekat yang menggeluti bisnis produk herbal,walaupun jenis produknya tidak lebih dari lima buah tetapi volume penjualannya sangat bagus,kalau tidak salah sudah mencapai puluhan ribu botol perbulan dengan margin yang menggiurkan.Salah satu produk unggulannya adalah Habbatussauda’ atau Jintan hitam.

    Penjualan produk herbal di toko kami juga semakin bagus,walaupun sebetulnya kami jualan busana muslim tetapi karena banyak permintaan produk herbal dari konsumen maka sejak sekitar dua tahun lalu kami juga menyediakan produk herbal.Banyak juga yang jualan produk herbal secara online dan menuai sukses.

    Menurut pengamatan kecil-kecilan saya,sebagian besar MLM yang menjual produk kesehatan atau suplemen kesehatan adalah produk herbal,entah itu MLM lokal atau dari manca negara.Begitu juga dengan produsen farmasi kelas kakap juga semakin serius menggarap pasar ini.Menurut informasi yang saya tahu angka penjualan produk herbal memang baru sekitar 10 % dari semua produk farmasi,tetapi bila angka rupiahnya adalah belasan bahkan puluhan Trilyun Rupiah,itu sudah temasuk bisnis yang besar dan menurut prediksi banyak pihak,volume bisnis di bidang ini akan semakin membesar seiring kesadaran manusia akan kesehatan dan gaya hidup yang selaras dengan alam.

    Karena besarnya peluang tersebut sampai ada yang tergiur mengambil jalan pintas dengan memalsu atau bahkan menjual produk herbal gadungan karena dalam produksinya di campur dengan bahan kimia yang berbahaya.

    Menurut saya peluang di bisnis ini semakin kinclong,bila Anda berminat dengan bisnis ini,bersegaralah untuk memulai sebelum terlambat.Jadilah pemain bukan penonton….Setuju…??.

    Salam sukses slalu….

    By:Mukhlis,Owner BM.Raihan

    PETA PASAR GROSIR UNTUK PEMULA


    PETA PASAR GROSIR UNTUK PEMULA

    Untuk Anda yang baru mau memulai berdagang,ada banyak hal yang harus Anda ketahui.Salah satunya adalah dengan mengetahui jalur distribusi barang yang lebih pendek,karena semakin pendek jalur distribusi barang yang bisa Anda tembus semakin murah pula harga produk yang Anda dapatkan.

    Kalau nggak salah menurut teorinya Robert Kiyosaki,keuntungan yang kita dapat itu bukan pada saat menjual tetapi pada saat membeli.Semakin baik harga yang kita dapat pada saat membeli akan memberi keuntungan yang lebih baik pada saat menjual.
    Ini sedikit peta yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan barang dagangan dengan harga lebih kompetitif menurut yang saya ketahui;
    #Untuk produk garmen.Anda bisa mendapatkanya di pasar Tanah abang,pasar Jatinegara,ITC Mangga Dua dan pasar Cipulir.Detilnya begini;
    @Untuk busana Muslim.jilbab,mukena,baju koko,baju muslim anak biasanya lebih murah di “Pasar Tasik” yang hanya bisa Anda temui setiap hari Senin dan kamis yang berlokasi di Blok F2 lantai 5,di depan Stasiun Tanah Abang dan jalan menuju blok F serta di JaCC waduk melati.Tersedia juga di blok F1,F2,F3 serta di ruko-ruko blok F dengan harga yang lumayan murah atau bisa juga di blok A dan pasar Jatinegara.
    @Untuk blus,rok dan atas bawah bisa Anda dapatkan di “Pasar Tasik”,blok F,Blok F1dan F2 serta blok A dan Metro Tanah Abang atau pasar Jatinegara.
    @Untuk sarung dan sajadah bisa Anda dapatkan di ruko blok F,blok F,blok A dan ruko di AURI serta di pasar Jatinegara
    @Khusus baju anak muslim bisa juga Anda dapatkan di Blok A lantai D/LG dan di blok F,untuk beberapa merek terkenal semisal Dannis ada di Ruko Blok F,Blok A lantai G dan B1 dekat Bank Mandiri
    @Untuk baju dewasa (kemeja,kaos,celana,jaket,topi dll) dan anak yang umum bisa ditemukan di semua blok di tanah Abang termasuk Metro Tanah Abang,di Jatinegara juga banyak pilihan begitu juga di ITC Cipulir dan ITC Mangga Dua.
    @Untuk baju cewek umum bisa Anda dapatkan di ITC Mangga Dua,serta hampir disemua blok di Tanah Abang ada,atau di pasar Jatinegara dan Cipulir
    @Untuk batik menurut saya yang paling lengkap di Blok A Tanah Abang lantai 2,walaupun di Jatinegara,ruko AURI dan ITC Cempaka Mas juga ada.
    @Untuk Under Wear bisa di dapatkan di Jatinegara serta di Tanah Abang blok A lantai 1 dan blok F
    #Untuk produk Sepatu dan sandal,bisa Anda dapatkan di pasar Anyar Bogor dan pasar Jatinegara lantai 2.
    #Untuk Produk Aksesoris,Anda bisa hunting di pasar Asemka serta pasar Jatinegara lantai Besement.Untuk Anda yang beli dalam jumlah besar,misalnya;membeli satu jenis produk sebanyak 1 gross (12 lusin) biasanya lebih murah bila membeli di Asemka terutama untuk produk Cina yang pasti lebih murah di Asemka karena kebanyakan yang punya toko adalah importir langsung.
    #Untuk produk ATK,Anda bisa dapatkan di Asemka,Jatinegara serta ITC Mangga Dua
    #Untuk mainan anak-anak,bisa Anda dapatkan di Asemka,pasar Inpres Senen,pasar Jatinegara dan pasar Gombrong
    #Untuk produk jam tangan dan jam dinding bisa Anda dapatkan di pasar Inpres Senen serta di Asemka
    #Untuk produk kaca mata bisa Anda dapatkan di Asemka dan pasar Senen
    #Untuk renda,pita,benang dll bisa Anda dapatkan di ruko AURI Tanah Abang,ruko blok F serta beberapa kios di blok F2 dan blok A.Di pasar jatinegara lantai besement juga ada
    #Untuk bahan kaos dll bisa Anda dapatkan di ruko AURI Tanah Abang,F2 lantai 4 atau di Bandung Jl. Otista.
    #Untuk bahan kain bisa Anda dapatkan di Tanah Abang blok A lantai B2&1,pasar Cipadu atau di Bandung Jl.Tamim dan sekitarnya.
    #Untuk produk pecah belah seperti tempat sabun,sapu,kursi plastik,gayung dan lain sebagainya bisa Anda dapatkan di Jatinegara dan Jembatan lima.
    #Untuk perlengkapan dagang seperti patung kepala,gantungan baju dll bisa Anda dapatkan di Tanah Abang seperti di PD.Steel dan ada juga pasar Jatinegara tetapi untuk khusus display aksesoris lebih lengkap di Asemka.
    Untuk saat ini,itulah yang saya ingat dan saya ketahui tentang tempat belanja grosir,bila ada yang salah tolong di ralat atau ditambahkan sesuai yang Anda ketahui.
    Semoga bermanfaat.
    salam sukses slalu…