Rabu, 28 Maret 2012

Modal Rp 275 Juta Bisa Jadi Pengusaha Sawit



Tribun Pekanbaru
Perkebunan sawit

SUKABUMI, KOMPAS.com - Tawaran investasi bertebaran dimana-mana. Mulai dari tawaran waralaba laundry dan beragam makanan, hingga tawaran berinvestasi di surat berharga seperti saham dan reksadana.
Ada pula tawaran berinvestasi di bisnis Sawit. Jika selama ini bisnis tersebut hanya didominasi pengusaha kakap, Bintangraya Group kini membuka peluang bagi investor ritel menjadi pengusaha Sawit.
"Minat besar seiring kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO)," kata Budi Handoko, pemilik Bintangraya, kepada KONTAN, Sabtu lalu (26/6/2010). Melalui perusahaan perkebunannya, PT Kidang Gesit Perkasa (KGP), dia membuat skenia plasma intelek untuk mengembangkan kebun Sawit oleh para investor ritel.
Dengan lahan seluas 18.900 hektare (ha) di Sukabumi, KGP menjual 8.900 ha lahan Sawit ke investor ritel. Bermodalkan Rp 275 juta, investor memiliki kebun Sawit seluas 5.000 m2. Ada juga paket Rp 1 miliar untuk lahan 5,5 ha.
"Skema ini menguntungkan investor," kata Budi. Selain memiliki lahan berstatus hak milik, KGP akan membeli basil panen kebun tersebut minimal setelah tiga tahun sesuai harga pasar. Dalam hitungan Budi, modal pemilik kebun 5,5 ha bisa kembali lima tahun pascainvestasi.
Tahun depan, dia akan membangun dua pabrik pengolahan Sawit berkapasitas masing-masing 45-60 ton CPO per jam. Selanjutnya, CPO itu dijual ke Grup Sinar Mas.
Sayang, hingga berita ini ditulis KONTAN belum mendapat konfirmasi dari Juru Bicara Sinar Mas Yan Partawijaya.
Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Fadhil Hasan berpesan, investor harus jeli. "Semua hitungan harus jelas. Return tinggi, risiko juga tinggi," tukasnya.
F. Rahardi, Anggota Dewan Pakar Masyarakat Agribisnis, menimpali, investor harus menanyakan jaminan dan mengecek track record perusahaan, termasuk lokasi dan pengolahan CPO. "Kejar sampai detil," tandasnya. (Kontan/Hendra Gunawan (Sukabumi), Wahyu Tri Rahmawati)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar